<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Kenapa Cinta Terlarang Lebih Nikmat?</title>
	<atom:link href="http://psikologi.com/cinta-terlarang-lebih-nikmat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://psikologi.com/cinta-terlarang-lebih-nikmat/</link>
	<description>Belajar psikologi untuk kehidupan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Mar 2015 23:53:59 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
	<item>
		<title>By: uma yunita</title>
		<link>http://psikologi.com/cinta-terlarang-lebih-nikmat/#comment-110</link>
		<dc:creator>uma yunita</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2015 23:53:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://psikologi.com/?p=17#comment-110</guid>
		<description>Sakit untuk di ungkap tentang cinta terarang.. Dn bahkn tdk di hargai...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sakit untuk di ungkap tentang cinta terarang.. Dn bahkn tdk di hargai&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: uma yunita</title>
		<link>http://psikologi.com/cinta-terlarang-lebih-nikmat/#comment-109</link>
		<dc:creator>uma yunita</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2015 23:51:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://psikologi.com/?p=17#comment-109</guid>
		<description>Y cinta terarang terkadang buat ke percayann itu untuk mencintai seseorang wlau pun terarang&quot; tetep lanjut mencintai seakan saat dia tau... Cinta y tdk di restui otru dia malah mundur dn perjuangnn kita.... Malah tdk di hargai...dn itu..yg sering terjadi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Y cinta terarang terkadang buat ke percayann itu untuk mencintai seseorang wlau pun terarang&#8221; tetep lanjut mencintai seakan saat dia tau&#8230; Cinta y tdk di restui otru dia malah mundur dn perjuangnn kita&#8230;. Malah tdk di hargai&#8230;dn itu..yg sering terjadi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: revit</title>
		<link>http://psikologi.com/cinta-terlarang-lebih-nikmat/#comment-108</link>
		<dc:creator>revit</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2014 19:01:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://psikologi.com/?p=17#comment-108</guid>
		<description>ya sih cinta terlarang itu lebih membuat kita merasa lebih tertantanag, tetapi pada akhirnya jikalau cintanya itu tak di restui orang tua suasu saat pasti kan terasa sendiri akibatnya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ya sih cinta terlarang itu lebih membuat kita merasa lebih tertantanag, tetapi pada akhirnya jikalau cintanya itu tak di restui orang tua suasu saat pasti kan terasa sendiri akibatnya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: SM</title>
		<link>http://psikologi.com/cinta-terlarang-lebih-nikmat/#comment-104</link>
		<dc:creator>SM</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Sep 2014 23:36:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://psikologi.com/?p=17#comment-104</guid>
		<description>Saya mau Tanya, saya mempunyai suatu hubungan dengan pacar saya, setelah hbungan saya pernah di khinati rasa percaya berkurang tidak seperti dulu lg. bagaimana cara menghilangkan pikiran negatif saya? Apa saya Termasuk depresi ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mau Tanya, saya mempunyai suatu hubungan dengan pacar saya, setelah hbungan saya pernah di khinati rasa percaya berkurang tidak seperti dulu lg. bagaimana cara menghilangkan pikiran negatif saya? Apa saya Termasuk depresi ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: agiebon</title>
		<link>http://psikologi.com/cinta-terlarang-lebih-nikmat/#comment-89</link>
		<dc:creator>agiebon</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Mar 2014 21:42:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://psikologi.com/?p=17#comment-89</guid>
		<description>cinta terlarang itu ternyata masih saya rasakan sampai sekarang. walaupun sudah berlalu 28 tahun dan masing-masing kami sudah menikah, ternyata cinta itu masih ada dan masih kami rasakan. Keadaan, kenyataan yang terjadi saat ini, membuat kami masing-masing terluka, karena kini bukan hanya orangtua, tapi ada rumah tangga kami yang terlibat di dalamnya. Oleh karena itu, saya minta pada semua orangtua, jangan menganggap remeh cinta monyet pada anak-anaknya. Cobalah pahami dan mengerti, jangan langsung menentang cinta yang bersemi di hati anak-anaknya.
Salam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>cinta terlarang itu ternyata masih saya rasakan sampai sekarang. walaupun sudah berlalu 28 tahun dan masing-masing kami sudah menikah, ternyata cinta itu masih ada dan masih kami rasakan. Keadaan, kenyataan yang terjadi saat ini, membuat kami masing-masing terluka, karena kini bukan hanya orangtua, tapi ada rumah tangga kami yang terlibat di dalamnya. Oleh karena itu, saya minta pada semua orangtua, jangan menganggap remeh cinta monyet pada anak-anaknya. Cobalah pahami dan mengerti, jangan langsung menentang cinta yang bersemi di hati anak-anaknya.<br />
Salam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Arimbi</title>
		<link>http://psikologi.com/cinta-terlarang-lebih-nikmat/#comment-86</link>
		<dc:creator>Arimbi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jan 2014 07:40:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://psikologi.com/?p=17#comment-86</guid>
		<description>aku mau tanya, tapi maaf kalu agak menyimpang dari artikel...
Bagaimana dengan remaja yang mencari kebebasan untuk memilih tapi orang tua tidak memberi itu? Jadi semua di hidupnya , jalan hidupkan bahkan kepribadiannya harus dan wajib mengikuti orang tua dia tidak dikasih sedikitpun kelonggaran untuk memilih apa yang didinginkannya. Bukankah hidup itu adl pilihan? tapi kalu kasusnya spt itu berarti &quot;Hidup itu Adl TUNTUTAN bukan Pilihan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aku mau tanya, tapi maaf kalu agak menyimpang dari artikel&#8230;<br />
Bagaimana dengan remaja yang mencari kebebasan untuk memilih tapi orang tua tidak memberi itu? Jadi semua di hidupnya , jalan hidupkan bahkan kepribadiannya harus dan wajib mengikuti orang tua dia tidak dikasih sedikitpun kelonggaran untuk memilih apa yang didinginkannya. Bukankah hidup itu adl pilihan? tapi kalu kasusnya spt itu berarti &#8220;Hidup itu Adl TUNTUTAN bukan Pilihan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: izza</title>
		<link>http://psikologi.com/cinta-terlarang-lebih-nikmat/#comment-85</link>
		<dc:creator>izza</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Jan 2014 04:08:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://psikologi.com/?p=17#comment-85</guid>
		<description>kalau menurut saya rasa cinta dan sayang seseorang apabila telah mendapat persetujuan dari kedua belah pihak tidak akan berkurang justru semakin sangat dalam lagii cintanya, karena kenapa ? tentu saja karena pengorbanan dan perjuangan cinta mereka yg membuat mereka lebih dewasa dan bijaksana lagii dalam menjalankan cintanya :)
terima kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalau menurut saya rasa cinta dan sayang seseorang apabila telah mendapat persetujuan dari kedua belah pihak tidak akan berkurang justru semakin sangat dalam lagii cintanya, karena kenapa ? tentu saja karena pengorbanan dan perjuangan cinta mereka yg membuat mereka lebih dewasa dan bijaksana lagii dalam menjalankan cintanya <img src='http://psikologi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Abdul azis</title>
		<link>http://psikologi.com/cinta-terlarang-lebih-nikmat/#comment-84</link>
		<dc:creator>Abdul azis</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Jan 2014 14:07:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://psikologi.com/?p=17#comment-84</guid>
		<description>saya mau nanya.....

Mana yang lbih besar cinta yg direstui dri pada yang terlarang...???</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya mau nanya&#8230;..</p>
<p>Mana yang lbih besar cinta yg direstui dri pada yang terlarang&#8230;???</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
